Kepahiang, iNews.Network Insiden ditemukannya dua ekor lalat di dalam semangkuk bakso yang telah dikonsumsi pelanggan menjadi perhatian publik setelah informasi tersebut beredar luas di media sosial dan sejumlah platform digital.

Menanggapi kejadian tersebut, pemilik usaha kuliner Bakso Arema Cak Berewok, Ijal, mengambil langkah cepat dengan mendatangi pelanggan yang mengalami kejadian tersebut untuk menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf secara langsung.

Pertemuan berlangsung di Kantor AMJ, Desa Kutorejo, Kabupaten Kepahiang, pada Rabu (3/6/2026) sore. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen pelaku usaha dalam menanggapi keluhan konsumen.

Peristiwa yang menjadi sorotan publik itu diketahui terjadi pada Minggu, 31 Mei 2026. Saat itu, pelanggan menemukan dua ekor lalat berada di dalam mangkuk bakso yang sebagian telah dikonsumsi.

Temuan tersebut memicu perhatian masyarakat karena menyangkut aspek kebersihan dan keamanan pangan dalam usaha kuliner. Di era digital, informasi mengenai pelayanan dan kualitas produk dapat dengan cepat menyebar dan menjadi konsumsi publik.

Dalam pertemuan tersebut, Ijal mengakui adanya kelalaian yang menyebabkan insiden tersebut terjadi. Ia juga menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada pelanggan yang merasa dirugikan.

“Saya owner dari Bakso Arema Cak Berewok di Tebat Monok. Atas insiden yang terjadi sebelumnya, kami meminta maaf kepada Bang Angga yang telah dirugikan karena terdapat lalat di makanan yang sudah beliau konsumsi,” ujar Ijal.

Menurutnya, keberadaan lalat di dalam makanan bukan merupakan tindakan yang disengaja oleh pihak usaha. Ia menegaskan bahwa kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi serius bagi manajemen dan seluruh karyawan.

“Menurut kami, itu bukan hal yang disengaja. Mungkin terjadi kelalaian di pihak kami. Ke depan kami akan melakukan evaluasi yang lebih baik dan meningkatkan standar kebersihan dalam proses produksi maupun penyajian makanan. Terima kasih,” lanjutnya.

Pihak Bakso Arema Cak Berewok juga berkomitmen memperketat pengawasan terhadap seluruh tahapan operasional, mulai dari pengolahan bahan baku, penyimpanan, hingga penyajian kepada konsumen.

Insiden ini menjadi pengingat bagi seluruh pelaku usaha kuliner mengenai pentingnya menjaga standar kebersihan dan keamanan pangan. Selain kualitas rasa, kebersihan merupakan faktor utama yang menentukan tingkat kepercayaan pelanggan terhadap sebuah usaha makanan.

Pengamat usaha kuliner menilai bahwa respons cepat dan sikap terbuka dalam menghadapi keluhan konsumen merupakan langkah positif yang dapat membantu menjaga hubungan baik dengan pelanggan sekaligus memperbaiki kualitas layanan.

Di tengah perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat, setiap pelaku usaha dituntut untuk lebih memperhatikan standar pelayanan dan kebersihan. Satu insiden yang terjadi dapat dengan mudah menjadi perhatian publik dan memengaruhi citra usaha.

Melalui permintaan maaf terbuka dan komitmen melakukan evaluasi, pihak Bakso Arema Cak Berewok berharap kepercayaan pelanggan dapat kembali terjaga serta menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan keamanan pangan di masa mendatang. (Ujang Tarmizi)