iNews.network, Lebong – Kasus keracunan massal yang menimpa pelajar di Kabupaten Lebong, Bengkulu, mulai dari tingkat PAUD, SD, hingga SMP, mendapat perhatian serius dari Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Ormas Maju Bersama Bengkulu cabang Lebong.

Ketua Umum Ormas Maju Bersama Bengkulu, M. Diamin, melalui Ketua MPC Lebong Rahman Dani, menyampaikan rasa prihatin kepada keluarga korban. Ia menegaskan ormas yang dipimpinnya akan membentuk tim khusus untuk menelusuri kasus ini hingga jelas siapa yang bertanggung jawab.

“Kami sebagai wadah masyarakat sudah seharusnya berpihak kepada rakyat. Insiden ini harus diusut tuntas. Jangan sampai ada pihak yang mencoba lari dari tanggung jawab,” tegas Rahman.

Foto Keracunan Massal Pelajar Lebong 1 – Ratusan Pelajar di Lebong Keracunan Massal, Ormas Maju Bersama Desak Pemerintah dan APH Bertindak  | Uncategorized | inews.network

Senada dengan itu, Sekretaris MPC Ormas Maju Bersama Bengkulu cabang Lebong, Akhmad Salihin, menegaskan pihaknya siap mendampingi masyarakat dalam proses pelaporan maupun advokasi hukum jika diperlukan.

“Kami akan pastikan ada pihak yang bertanggung jawab. Jika terbukti dari hasil laboratorium BPOM bahwa keracunan ini bersumber dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG), maka aparat penegak hukum (APH) harus segera menindak pelaku seadil-adilnya,” ujarnya.

Ormas Maju Bersama juga mendesak pemerintah daerah untuk segera membantu proses pengobatan dan pemulihan korban. Selain itu, mereka meminta langkah konkret agar insiden serupa tidak terulang kembali.

Hingga Rabu (27/8/2025) pukul 20.00 WIB, jumlah korban keracunan yang dirawat di berbagai fasilitas kesehatan tercatat:

  • RSUD Lebong : 305 anak dan 3 guru
  • Puskesmas Muara Aman (Lebong Utara) : 1 anak (rawat jalan, sudah pulang)
  • Puskesmas Semelako (Lebong Tengah) : 32 anak (23 rawat inap, 9 rawat jalan sudah pulang)
  • Puskesmas Lemeupit (Lebong Sakti) : 3 anak (rawat jalan)
  • Total korban: 341 anak dan 3 guru.

Rilis OMBB