Kepahiang, iNews.Network Kepolisian Resor (Polres) Kepahiang melalui Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) menggelar upacara rutin hari Senin yang dirangkaikan dengan Focus Group Discussion (FGD) di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepahiang, Senin (20/4/2026).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Membangun Generasi Sehat dengan Iman, Menjaga Moralitas dan Kesehatan Mental di Tengah Tantangan Zaman”. Acara dipimpin langsung oleh Kapolres Kepahiang, AKBP Yuriko Fernanda, S.H., S.I.K., M.H., yang bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membuka forum diskusi.

FGD dihadiri oleh berbagai unsur lintas sektor, mulai dari jajaran Kementerian Agama, tokoh agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), perwakilan sekolah, kepala desa, hingga elemen masyarakat lainnya.

Dalam sambutannya, Kapolres Kepahiang menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan dan membangun kualitas mental masyarakat, khususnya generasi muda.

“Ini merupakan langkah awal yang baik untuk memperkuat kolaborasi. Kami mengapresiasi Kementerian Agama Kabupaten Kepahiang yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini,” ujar AKBP Yuriko Fernanda.

Ia menjelaskan, tantangan yang dihadapi kepolisian saat ini cukup kompleks, terutama dengan keterbatasan jumlah personel. Menurutnya, sekitar 500 personel Polres Kepahiang harus mengayomi lebih dari 120 ribu penduduk, sehingga peran aktif masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan menjadi sangat vital.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan seluruh stakeholder sangat dibutuhkan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegasnya.

Dalam forum diskusi tersebut, Kapolres juga menyoroti berbagai persoalan sosial yang berkembang di Kabupaten Kepahiang, mulai dari tindak kriminalitas hingga penyalahgunaan narkoba yang melibatkan berbagai kelompok usia.

“Kasus yang terjadi sangat beragam, dari anak-anak hingga orang dewasa. Ini menjadi perhatian serius yang harus ditangani bersama,” katanya.

Selain itu, derasnya perkembangan teknologi informasi dan penggunaan media sosial yang semakin masif di tengah masyarakat turut menjadi perhatian utama. Kapolres mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendorong penyebaran konten positif dan meningkatkan literasi digital.

“Peran kita adalah mengedukasi masyarakat agar bijak dalam bermedia sosial dan tidak menyebarkan konten negatif,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan nilai keimanan harus menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter masyarakat yang tangguh di tengah tantangan zaman.

“Dengan iman yang kuat, kita dapat membentengi diri dari berbagai pengaruh negatif. Ini harus menjadi gerakan bersama,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepahiang menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan tersebut. Ia berharap sinergi lintas sektor ini mampu meningkatkan kesadaran hukum serta memperkuat moral generasi muda.

Kegiatan FGD secara resmi dibuka oleh Kapolres Kepahiang dengan harapan menjadi titik awal penguatan kerja sama dalam membangun generasi yang sehat secara mental, spiritual, dan sosial di Kabupaten Kepahiang. (Ujang Tarmizi)