Kepahiang, iNews.Network Upacara gabungan yang melibatkan pemuka agama dan tenaga pendidik madrasah se-Kabupaten Kepahiang digelar di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepahiang, Senin (20/4/2026) pukul 07.30 WIB.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Kepahiang, AKBP Yuriko Fernanda, S.H., S.I.K., M.H., dan dihadiri Kepala Kementerian Agama Kabupaten Kepahiang, jajaran Polres Kepahiang, kepala madrasah, kepala Kantor Urusan Agama (KUA), serta para penghulu.

Upacara berlangsung khidmat dengan rangkaian prosesi pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, serta amanat dari pembina upacara.

Dalam amanatnya, Kapolres Kepahiang menyoroti meningkatnya kasus kenakalan remaja yang dinilai telah memasuki tahap mengkhawatirkan dan berpotensi mengancam masa depan generasi muda.

“Kenakalan remaja saat ini sudah berada pada tahap yang mengkhawatirkan. Ini merupakan ancaman nyata bagi masa depan generasi muda dan tidak boleh dibiarkan,” tegas AKBP Yuriko Fernanda.

Menurutnya, persoalan tersebut tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Diperlukan keterlibatan seluruh unsur masyarakat, termasuk tokoh agama, tenaga pendidik, dan keluarga.

Kapolres menegaskan bahwa para pemuka agama memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter, moral, dan nilai spiritual generasi muda, terutama di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks akibat perkembangan teknologi dan perubahan pola pergaulan.

“Para tokoh agama memiliki peran penting dalam membina moral generasi muda. Ini adalah tanggung jawab bersama yang harus kita jalankan,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh tokoh agama dan tenaga pendidik untuk melakukan langkah konkret melalui deteksi dini terhadap perubahan perilaku remaja, penguatan pendidikan karakter, serta penanaman nilai keimanan sejak dini.

Selain itu, pendekatan persuasif dinilai menjadi salah satu metode yang efektif dalam menangani persoalan remaja, khususnya yang berkaitan dengan tekanan psikologis dan kesehatan mental.

Kapolres mengingatkan pentingnya memberikan edukasi kepada remaja bahwa setiap persoalan memiliki solusi dan tidak boleh diselesaikan dengan tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

“Sampaikan bahwa setiap masalah ada jalan keluarnya, dan penting untuk membuka ruang komunikasi dengan remaja,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Kapolres juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak-anak di tengah derasnya arus informasi digital dan pengaruh lingkungan sosial.

“Orang tua harus hadir, bukan hanya menuntut, tetapi juga mendengarkan dan memahami kondisi anak-anak mereka,” ungkapnya.

Sebagai langkah konkret, Polres Kepahiang akan terus meningkatkan upaya preventif melalui patroli rutin, penyuluhan hukum, serta pembinaan masyarakat.

Selain itu, layanan darurat 110 disiagakan selama 24 jam guna memberikan respons cepat terhadap berbagai laporan masyarakat.

“Kami akan terus hadir melalui patroli, penyuluhan, serta layanan darurat. Namun, dukungan masyarakat tetap menjadi kunci utama,” pungkasnya. (Ujang Tarmizi)