Semarang, iNews.network – Kondisi cuaca ekstrem berupa hujan deras yang mengguyur Kota Semarang memicu terjadinya banjir dan tanah longsor di sejumlah titik wilayah barat.
Dampak bencana tersebut dirasakan langsung oleh warga, terutama di kawasan permukiman padat penduduk.
Data Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang mencatat, banjir menggenangi permukiman warga di Jalan Gunung Jati Selatan RT 1 sampai RT 8 RW 2, Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan.
Kejadian tersebut berlangsung pada Kamis malam, 15 Januari 2026, sekitar pukul 21.00 WIB, setelah hujan berintensitas tinggi turun cukup lama.
Kepala Sub Bagian Penanggulangan Bencana PMI Kota Semarang, M. Abdul Rafi, mengatakan bahwa sejak cuaca ekstrem melanda, Posko PMI Kota Semarang telah disiagakan selama 24 jam untuk melakukan pemantauan dan respons cepat di lokasi rawan bencana.
Menurutnya, banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Plumbon. Air sungai meluber hingga masuk ke rumah-rumah warga dengan ketinggian mencapai sekitar 80 hingga 100 sentimeter.
Ketua RW setempat kemudian berkoordinasi dengan PMI guna meminta bantuan evakuasi bagi warga yang terdampak.
“Setelah air surut, relawan PMI tetap melakukan pemantauan lanjutan. Akses jalan menuju permukiman masih terdapat lumpur sisa banjir, namun kondisi secara umum sudah mulai membaik,” jelas Rafi, Rabu (21/1/2026).
Untuk memenuhi kebutuhan warga selama masa tanggap darurat, masyarakat setempat mendirikan dapur umum mandiri di RT 9 RW 2, berlokasi di sekitar pos keamanan lingkungan.
Dapur umum tersebut dikelola secara swadaya oleh kelompok Jumat Berkah dan melayani kebutuhan warga dari sembilan RT. Saat ini, sebagian besar warga telah kembali beraktivitas seperti biasa.
Longsor Rusak Dua Rumah
Selain banjir, hujan deras juga menyebabkan tanah longsor di wilayah Kecamatan Semarang Barat.
Peristiwa longsor terjadi di Jalan Simongan No. 1, Kelurahan Bojongsalaman, pada Jumat malam, 16 Januari 2026, sekitar pukul 21.00 WIB.
Rafi menjelaskan, longsor dipicu runtuhnya talut yang mengakibatkan tembok gereja roboh dan menimpa dua rumah warga.
Material longsoran mengenai bagian dapur rumah milik Ferdi dan Bayu sehingga mengalami kerusakan ringan.
Hasil asesmen PMI mencatat sebanyak tiga kepala keluarga dengan total 10 jiwa terdampak, terdiri dari orang dewasa, lansia, dan seorang balita. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Kejadian serupa juga dilaporkan terjadi di Jalan Abdulrahman Saleh No. 180, Kelurahan Manyaran, pada Jumat dini hari sekitar pukul 00.25 WIB.
Namun, longsor di lokasi ini hanya menyebabkan kerusakan ringan pada teras rumah warga.
Sementara itu, Kepala Markas PMI Kota Semarang, dr. Anna Kartika Y., M.Biomed, menegaskan bahwa PMI terus menyiagakan personel dan relawan untuk memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat.
Ia menambahkan, seluruh bantuan yang disalurkan kepada warga merupakan hasil partisipasi masyarakat melalui program Bulan Dana PMI yang dikemas dalam kegiatan Bulan Kemanusiaan dan dilaksanakan secara rutin setiap tahun.
“PMI berkomitmen untuk terus hadir membantu masyarakat dalam situasi darurat maupun pascabencana,” ujarnya. (lim)




Tinggalkan Balasan