SALATIGA, iNews.Network — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salatiga kembali menggelar kegiatan pembinaan di bidang kesehatan dengan memberikan penyuluhan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) kepada warga binaan.
Kegiatan ini berlangsung di aula rutan mulai pukul 08.00 WIB dan diikuti oleh 30 warga binaan yang menjadi perwakilan dari setiap kamar hunian.
Melalui kegiatan ini, pihak rutan ingin meningkatkan pemahaman warga binaan mengenai langkah awal yang harus dilakukan saat menghadapi kondisi darurat.
Pengetahuan tentang PPGD sangat penting karena dapat membantu menyelamatkan korban, mencegah kondisi semakin parah, serta mengurangi risiko komplikasi sebelum mendapat penanganan medis lanjutan.
Tim medis menjelaskan bahwa saat memberikan pertolongan pertama, seseorang harus lebih dulu memastikan keamanan diri sendiri, korban, dan lingkungan sekitar.
Setelah situasi dinilai aman, penolong perlu mengenali kondisi korban secara tepat agar tindakan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan dan tidak memperburuk keadaan.
Petugas kesehatan juga mengingatkan agar warga binaan tidak bertindak sembarangan atau mengikuti mitos yang salah saat menolong korban.
Setiap tindakan harus berdasarkan prinsip dasar pertolongan pertama yang benar agar manfaatnya maksimal dan risiko tambahan dapat dihindari.
Jika korban mengalami kondisi serius seperti luka berat, pingsan, atau gangguan pernapasan, petugas harus segera membawa korban ke fasilitas kesehatan yang tersedia di lingkungan Rutan Salatiga agar penanganan lebih lanjut bisa segera dilakukan.
Penyuluhan ini menghadirkan dokter rutan, petugas medis, serta mahasiswa yang ikut memberikan edukasi secara interaktif.
Para peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan, terutama saat sesi tanya jawab dan simulasi sederhana mengenai penanganan kondisi darurat.
Dokter Rutan Salatiga, dr. Ihsan, mengatakan bahwa kegiatan ini memiliki manfaat besar dalam membangun kesiapsiagaan warga binaan serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
“Melalui penyuluhan ini, kami berharap warga binaan memiliki pemahaman yang benar tentang pertolongan pertama sehingga dapat membantu dengan cara yang tepat tanpa menimbulkan risiko tambahan,” ujarnya.
Salah satu warga binaan, Fila, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut karena banyak ilmu baru yang didapat.
“Kami jadi lebih tahu bagaimana cara memberikan pertolongan pertama yang benar. Kegiatan ini sangat bermanfaat karena bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Dengan adanya penyuluhan ini, Rutan Salatiga berharap warga binaan tidak hanya mendapatkan pembinaan kepribadian, tetapi juga keterampilan dasar yang berguna saat menghadapi situasi darurat, baik di dalam rutan maupun setelah kembali ke masyarakat.




Tinggalkan Balasan