iNews.network, Bengkulu – Ratusan pasien kanker yang dijadwalkan menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Yunus Bengkulu terpaksa menunda pengobatan. Penyebabnya, alat khusus untuk pencampuran obat kemoterapi di rumah sakit tersebut mengalami kerusakan sejak beberapa minggu terakhir.

Peristiwa ini terungkap pada Kamis (14/8/2025) setelah sejumlah pasien mengeluhkan pelayanan yang terhenti. Menurut salah satu pasien, kerusakan alat ini berdampak langsung pada puluhan hingga ratusan pasien yang datang, termasuk mereka yang berasal dari luar Kota Bengkulu dan pasien rujukan dari rumah sakit lain.

“Alat ini bukan mesin kemoterapi, tapi alat untuk mencampur obat. Karena rusak, pasien jadi terlantar. Ada yang terpaksa pulang tanpa mendapatkan perawatan,” ungkap salah satu keluarga pasien kepada media.

Pasien menyayangkan lambatnya penanganan masalah ini, terlebih prosedur kemoterapi umumnya sudah terjadwal dan keterlambatan dapat memengaruhi kondisi kesehatan penderita kanker. Bahkan, ada kekhawatiran bila keterlambatan ini berisiko fatal bagi pasien.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD M Yunus Bengkulu, Herry Permana, membenarkan bahwa alat yang rusak bukanlah mesin kemoterapi, melainkan alat pencampur obat.

“Alat ini saat ini sedang dalam proses perbaikan. Kami masih menunggu vendor resmi dari Jakarta untuk menangani kerusakan tersebut,” ujarnya.

Herry menambahkan, perbaikan diperkirakan selesai pada akhir pekan. “Mudah-mudahan Minggu atau Senin alat sudah berfungsi kembali. Memang alat ini hanya satu, jadi kalau rusak, pelayanan otomatis terhenti,” jelasnya.

Herry juga mengakui bahwa ada sekitar seratus pasien yang terpaksa menunda kemoterapi akibat kerusakan ini. Pihak rumah sakit, kata dia, sudah berusaha memperbaiki dengan teknisi internal, namun hasilnya belum maksimal.

“Kami minta pasien untuk bersabar. Ini bukan berarti kita diam, tapi proses perbaikan memang membutuhkan teknisi khusus dan suku cadang tertentu,” tambahnya.

Pasien dan keluarga berharap perbaikan bisa segera selesai agar pelayanan kemoterapi dapat kembali berjalan normal. Mereka mengingatkan bahwa pengobatan kanker tidak bisa ditunda terlalu lama tanpa risiko pada perkembangan penyakit.

Kejadian ini menjadi perhatian serius, mengingat RSUD M Yunus merupakan rumah sakit rujukan utama di Bengkulu dan menjadi harapan banyak pasien dari wilayah sekitar.***