iNews.Network – Pemerintah Desa Tangsi Duren, Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang, menunjukkan komitmennya dalam melindungi warga terdampak ekonomi dengan kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD). Penyaluran yang berlangsung Rabu, 21 Mei 2025, di Balai Desa Tangsi Duren, menyasar 16 keluarga penerima manfaat (KPM) untuk alokasi bulan April dan Mei 2025.
Kepala Desa Komaria Yusup memimpin langsung penyaluran bantuan tersebut. Ia menegaskan bahwa bantuan ini bukan sekadar formalitas anggaran, tetapi bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap kondisi riil masyarakat di bawah.
“Ini bukan sekadar penyaluran rutin. Ini tanggung jawab kami untuk memastikan warga kami yang rentan tidak semakin terpuruk,” tegas Komaria.
Setiap KPM menerima bantuan sesuai dengan regulasi nasional. Komaria menjelaskan bahwa proses validasi dilakukan secara selektif dan terbuka. Hanya warga yang benar-benar layak—yang tergolong miskin ekstrem, kehilangan sumber pendapatan, atau belum tersentuh bantuan lain—yang masuk dalam daftar penerima.
Penyaluran berlangsung tertib, disaksikan langsung oleh aparatur desa dan masyarakat. Prosesnya mengedepankan prinsip transparansi, tanpa celah untuk penyimpangan.
Warga yang hadir tampak antusias dan menyambut baik bantuan yang mereka terima. Bagi mereka, uang tunai tersebut sangat berarti untuk memenuhi kebutuhan pokok di tengah tekanan ekonomi yang belum pulih sepenuhnya.
“Satu per satu kami pastikan datanya akurat. Bantuan ini harus sampai ke tangan yang berhak, bukan yang dekat kekuasaan,” kata Komaria lagi, menegaskan posisi tegasnya terhadap ketidakadilan distribusi.
Menurutnya, program BLT-DD tidak hanya berperan sebagai jaring pengaman sosial, tetapi juga sebagai penyeimbang stabilitas ekonomi desa. Ia berharap penerima manfaat dapat memanfaatkan dana dengan bijak.
Selain itu, Pemerintah Desa Tangsi Duren tengah menyiapkan program lanjutan yang lebih produktif dan berbasis pemberdayaan. Tujuannya jelas: agar warga tidak selamanya bergantung pada bantuan, melainkan bangkit menjadi pelaku ekonomi yang mandiri.
Penyaluran BLT-DD kali ini membuktikan bahwa pengelolaan dana desa di Tangsi Duren dijalankan dengan disiplin dan empati. Pemerintah desa tak hanya menjalankan perintah anggaran, tapi menempatkan kemanusiaan sebagai fondasi utama kebijakan.
Komaria menutup pernyataannya dengan janji: “Selama saya menjabat, tidak boleh ada satu pun warga kami yang luput dari perhatian jika ia benar-benar membutuhkan.” (Adv/Pendi)




Tinggalkan Balasan