iNews.network, Lebong, Bengkulu – Proyek pembangunan jalan usaha tani di Desa Air Lanang, Kabupaten Lebong, tahun anggaran 2025 dengan nilai pagu Rp146.008.000 menuai sorotan warga. Jalan dengan panjang 6 x 52 meter tersebut disebut sebagai infrastruktur pendukung pertanian, namun lokasinya justru berada di kawasan wisata desa.
Sejumlah warga mempertanyakan relevansi pembangunan ini dengan kebutuhan petani. Mereka menilai proyek tersebut tidak tepat sasaran karena tidak menghubungkan area persawahan atau kebun, melainkan lebih menyerupai akses menuju objek wisata alam.
“Kalau ini disebut jalan usaha tani, seharusnya dibangun untuk mempermudah petani ke sawah atau kebun. Faktanya, jalannya malah di dekat lokasi wisata. Manfaat untuk pertanian hampir tidak ada,” ungkap M., salah satu warga setempat, Rabu (13/8/2025).

Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa perencanaan proyek tidak sinkron dengan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) 2025. Warga khawatir pembangunan yang bersumber dari Dana Desa (DD) ini lebih berpihak pada kepentingan tertentu ketimbang manfaat bagi masyarakat luas.
Kepala Desa Air Lanang, Heri, belum dapat dimintai keterangan lantaran tidak berada di tempat saat awak media melakukan konfirmasi. Sementara itu, beberapa warga mengaku kecewa karena pembangunan infrastruktur yang seharusnya menunjang produktivitas pertanian justru diarahkan ke lokasi yang dinilai tidak relevan.
“Dana desa itu idealnya digunakan untuk kebutuhan utama masyarakat, seperti memperbaiki akses lahan pertanian, membangun irigasi, atau sarana yang menunjang perekonomian warga. Kalau diarahkan ke lokasi wisata, jelas manfaatnya tidak langsung dirasakan petani,” tegas warga lainnya.
Warga pun mendesak adanya audit dari Inspektorat Daerah untuk memastikan penggunaan dana sebesar Rp146 juta tersebut sesuai peraturan perundang-undangan. Mereka berharap klarifikasi dari pihak pemerintah desa dapat dilakukan secara transparan agar tidak menimbulkan kecurigaan lebih lanjut.
Dengan sorotan publik yang semakin tajam, proyek ini menjadi ujian bagi pengelolaan Dana Desa di Air Lanang. Kejelasan tujuan dan manfaat pembangunan diharapkan dapat segera dijelaskan demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa. ***




1 Komentar