iNews.network, Bengkulu Tengah – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah melalui Dinas Kesehatan resmi melaksanakan proyek pembangunan Gedung Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) pada tahun anggaran 2025. Proyek strategis ini berlokasi di Kompleks Perkantoran Pemda Bengkulu Tengah, tepatnya di Desa Ujung Karang, Kecamatan Karang Tinggi, berada di belakang Kantor Bupati dan berhadapan dengan Kantor Kominfo.
Berdasarkan dokumen kontrak bernomor 1211/KONTRAK PEMBANGUNAN LABKESMAS/DINKES-BT/VII/2025, pembangunan Labkesmas ini akan berlangsung selama 180 hari kalender atau setara dengan enam bulan masa kerja. Proyek yang menelan anggaran fantastis, yakni Rp12.810.486.000 (dua belas miliar delapan ratus sepuluh juta empat ratus delapan puluh enam ribu rupiah), bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Tahun Anggaran 2025.
Untuk pelaksanaan fisik, proyek ini dipercayakan kepada CV. Cugung Artha Mas, sementara fungsi pengawasan ditangani oleh CV. Nugraha Consultant.
Pembangunan Labkesmas ini digadang-gadang menjadi salah satu proyek vital Dinas Kesehatan Bengkulu Tengah. Pasalnya, laboratorium kesehatan berfungsi sebagai pusat pemeriksaan medis, pengendalian penyakit, hingga pendukung program kesehatan masyarakat. Namun, besarnya dana yang digelontorkan otomatis menimbulkan sorotan publik.
Aktivis pemerhati kebijakan publik menegaskan bahwa proyek bernilai miliaran rupiah rawan penyimpangan jika tidak diawasi secara ketat. Mulai dari potensi pengurangan kualitas material, keterlambatan pekerjaan, hingga indikasi markup anggaran.
“Anggaran sebesar Rp12,8 miliar bukan jumlah kecil. Pemerintah wajib memastikan proyek ini transparan, akuntabel, dan tepat waktu. Masyarakat pun jangan hanya jadi penonton, tetapi ikut aktif mengawasi jalannya pembangunan,” ujar salah seorang tokoh masyarakat Karang Tinggi.
Sejumlah kalangan juga meminta Dinas Kesehatan Bengkulu Tengah untuk bersikap terbuka kepada publik terkait progres pembangunan, mulai dari tahap awal hingga penyelesaian. Transparansi ini dinilai penting agar masyarakat mengetahui sejauh mana realisasi proyek dan sejauh mana manfaatnya nanti bisa dirasakan langsung.
“Proyek ini memakai uang rakyat, maka sudah sepantasnya rakyat tahu. Jangan hanya papan proyek yang berdiri, tetapi progres di lapangan lambat atau bahkan mangkrak,” tegas aktivis antikorupsi di Bengkulu Tengah.
Jika dikerjakan sesuai kontrak dan standar mutu, Laboratorium Kesehatan Masyarakat ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Bengkulu Tengah. Keberadaan fasilitas ini dapat mempercepat proses deteksi penyakit, mendukung penelitian kesehatan, hingga membantu program pencegahan wabah di tingkat lokal.
Namun publik tetap mengingatkan agar manfaat tersebut tidak sekadar menjadi janji manis di atas kertas. “Kami akan kawal. Jangan sampai uang miliaran rupiah ini hanya berakhir pada bangunan megah tanpa fungsi yang maksimal,” tutupnya. (Red)




Tinggalkan Balasan